Teknologi Tepat Guna Terbaru
You are here: Home » Teknologi Tepat Guna Pertanian » Tungau Laba-Laba : Musuh Alaminya

Tungau Laba-Laba : Musuh Alaminya

Musuh Alami Tungau Laba-Laba

Oleh Nurfitri Yulianah, S.P, email : nurfitriyulianah@gmail.com

Musuh alami tungau tungau laba-laba atau yang dikenal dengan istilah ilmiah tetranychid cukup banyak dan bervariasi. Musuh alami golongan artropoda dapat ditemukan dalam subkelas Acari dan Araneae. Dalam golongan serangga ditemukan dalam ordo Thysanoptera, Coleoptera, Hemiptera, Heteroptera, Neuroptera, dan Diptera. Berbagai jenis cendawan dan virus juga menginfeksi tetranychid. Informasi peranannya dilapangan belum diketahui dengan pasti. Yang menarik, tidak terdapat bakteri yang menyerang tungau laba-laba. Belum diketahui secara pasti apakah tungau ini memproduksi senyawa anti bakteri. Demikian juga belum begitu jelas apakah terdapat artropoda parasit yang menyerangnya. Belum diketahui juga apakah kedua fenomena itu saling berkaitan.

Musuh alami yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian tungau tetranychid, diantaranya yaitu tungau predator Neoseiuluss sp. dan Phytoseiulus sp. (Acari: Phytoseiidae); kumbang predator Stethorus gilvifrons Mulsant, S. bifidus Kapur, S. utilis Horn, dan S. punctillum Weise (Coleoptera: Coccinellidae); Oligota oviformis Casey (Neuroptera: Staphylinidae); Chrysopa carnae Stephens (Neuroptera: Chrysopidae); Scolothrips sexmaculatus Pergande (Thysanoptera: Thripidae); predator dari famili Lycosidae; serta cendawan Hirsutella dan Entomophthora fresenni. Golongan patogen dan tungau predator yang menjadi musuh alami tetranychid adalah sebagai berikut.

Patogen

Cendawan Neozygites floridana Weiser & Muma menginfeksi tungau laba-laba yang hidup pada 16 spesies tanaman yang terdapat di taman, perkebunan, dan padang rumput di Polandia. Spesies tungau laba-laba yang terserang cendawan tersebut adalah Tetranychus urticae, Panonychus ulmi Koch., Oligonychus ununguis Jac., dan Bryobia sp. Persentase kematian yang ditimbulkan N. floridana cukup tinggi, yaitu 60% – 80%.

tungau yang terinfestasi cendawan Neozygites floridana 300x226 Tungau Laba Laba : Musuh Alaminya

Tungau laba-laba yang terinfeksi patogen cendawan Neozygites floridana

Di Florida, cendawan Entomophthora sp. ditemukan menginfeksi tungau merah jeruk (P. citri McGregor) dan Eutetranychus banksi McGregor. Selama periode kelembaban yang tinggi atau curah hujan yang tinggi, cendawan ini mengendalikan P. citri dengan persentase kematian sampai lebih dari 90%. Selain itu, P. citri dan E. banksi juga diinfeksi oleh cendawan Hirsutella sp. Epizootik kedua spesies cendawan tersebut dilapangan juga diketahui menyebabkan kematian tinggi pada Eotetranychus sexmaculatus Riley.

Di California P. citri ditemukan terinfeksi oleh virus dari golongan noninclusion-type viruslike yang pertama kali diketahui pada tahun 1958. Gejala khas tungau yang terinfeksi virus adalah tungkai menjadi kaku secara tiba-tiba. Tungkai tersebut mengarah ke bagian bawah tubuh yang menyebabkan tungau tidak bisa bergerak. Seringkali pada tungau dewasa yang terinfeksi terjadi gejala diare terlihat dari kotoran kering dalam jumlah banyak yang menempel pada bagian akhir anal.

Tungau predator

Beberapa famili tungau mempunyai spesies yang diketahui memangsa tetranychid dan ada beberapa spesies yang cukup penting. Enam famili tungau yang berperan sebagai predator tungau tetranychid, yaitu Bdellidae, Trombidiidae, Anystidae, Erythraeidae, Stigmaeidae, dan Phytoseiidae. Spesies-spesies predator dari empat famili pertama kurang berperan dalam menurunkan populasi. Berbagai spesies tungau yang dikenal sebagai musuh alami Tetranychus antara lain Phytoseiulus persimilis, P. corninger, Phytoseius plumifer, Euseius vivax, dan Iphiseius degenerans dari famili Phytoseiidae; Zetzelia mali dan Agistemus fanar dari famili Stigmaeidae.

tungau predatir Phytoseiulus persimilis sedang menagkap mangsanya 295x300 Tungau Laba Laba : Musuh Alaminya

Tungau Predator Phytoseiulus persimilis sedang menagkap mangsanya

Famili Phytoseiidae adalah yang terpenting dan telah banyak diteliti. Tungau ini telah digunakan dalam pengendalian tungau famili Tetranychidae dilapangan pada beberapa negara. Hampir seluruh tungau phytoseiid memiliki mangsa yang umum, tetapi ada beberapa yang memiliki mangsa spesifik. Berdasarkan pengelompokkan pola hidup tungau predator, phytoseiid dikelompokkan menjadi empat tipe pola hidup. Tipe pola hidup ini didasarkan pada kebiasaan makan dan ciri-ciri yang berkaitan dengan biologi dan morfologi. Tipe I, predator spesialis Tetranychus, yaitu Phytoseiulus; Tipe II, predator selektif tungau tetranychid (sebagian besar berkaitan dengan spesies-spesies yang memproduksi jaring-jaring padat), yaitu genus Galendromus, beberapa Neoseiulus, dan Typhlodromus; Tipe III, predator generalis, yaitu beberapa Neoseiulus, sebagian besar spesies Typhlodromus dan Amblyseius, serta beberapa spesies dari Genus lain; Tipe IV, spesialis pemakan tepung sari atau predator generalis, diwakili oleh Euseius sp. Phytoseiidae dapat bertahan hidup pada populasi mangsa yang rendah dan dengan demikian berpotensi untuk mengatur populasi tungau pada tingkat kepadatan rendah.

Ditemukan sekitar 600 spesies phytoseiid yang terdapat pada berbagai macam vegetasi dan juga terdapat pada humus dan sampah. N. longispinosus merupakan musuh alami tungau tetranychid yang potensial. Di Indonesia, ditemukan delapan spesies Amblyseius yang memangsa Brevipalpus phoenicis Geijskes dan memperkirakan bahwa predator ini menjadi predator pada spesies tetranychid yang merupakan hama pada tanaman pertanian lainnya. Di Jepang A. eharai Amitai & Swirski dapat mempertahankan populasi tungau merah jeruk (Panonychus citri) pada tingkat kerapatan yang rendah. A. hibisci Chant betina mengkonsumsi rata-rata 9 P. citri protonimfa dan mengkonsumsi rata-rata 3,8 Oligonychus punicae Hirst. Tungau dari famili Phytoseiidae, terutama dari genus Metaseiulus merupakan predator yang efisien untuk mengendalikan T. urticae pada tanaman stroberi, jeruk, anggur, dan tanaman lainnya.

About Nurfitri Yulianah

Penulis adalah pemerhati & praktisi pengendalian hama terpadu, pemerhati teknologi tepat guna pertanian, dan alumni Departemen Proteksi Tanaman, IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top
shared on wplocker.com